PALU (DEADLINEWS.COM) – Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, bersama Menteri Sosial Republik Indonesia, Saifullah Yusuf, menegaskan komitmen bersama dalam mempercepat pembangunan sumber daya manusia (SDM) serta penanggulangan kemiskinan di Sulawesi Tengah.
Komitmen tersebut disampaikan dalam kegiatan kolaborasi program prioritas presiden yang digelar di Gedung Pogombo, Palu, Senin (20/4). Kegiatan ini turut dihadiri Wakil Gubernur Sulawesi Tengah dr. Reny Lamadjido, Ketua TP PKK Sulteng Sry Nirwanti Bahasoan, Bupati Sigi Mohamad Rizal Intjenae, serta siswa dan guru Sekolah Rakyat.
Dalam sambutannya, Gubernur Anwar Hafid menekankan pentingnya pembangunan berbasis data sebagai fondasi utama dalam perumusan kebijakan daerah.
Ia menyebut, pemerintah provinsi saat ini menjadikan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial sebagai rujukan utama dalam perencanaan program, termasuk dalam pengalokasian anggaran di tengah kebijakan efisiensi.
Menurutnya, akurasi data menjadi kunci agar program pembangunan dapat tepat sasaran dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
“Tidak ada gunanya kita membuat perencanaan tanpa data yang akurat. Karena itu, kami menjadikan data sebagai dasar utama dalam setiap kebijakan pembangunan di Sulawesi Tengah,” ujarnya.
Anwar juga mengungkapkan bahwa angka kemiskinan di Sulawesi Tengah masih berada pada kisaran 10 persen dari total 3,7 juta penduduk. Selain itu, berdasarkan data Badan Pusat Statistik, terdapat sekitar 80 ribu rumah yang masih tergolong tidak layak huni, yang menjadi perhatian serius pemerintah daerah.
Sebagai upaya penanganan, pemerintah provinsi terus mendorong intervensi konkret, khususnya pada sektor perumahan dan pendidikan. Di bidang pendidikan, pemerintah daerah telah menggratiskan biaya pendidikan untuk jenjang SMA, SMK, dan SLB, serta menambah bantuan operasional daerah guna menghilangkan pungutan di sekolah.
Selain itu, melalui program beasiswa daerah, puluhan ribu mahasiswa Sulawesi Tengah kini mendapatkan pembiayaan pendidikan, termasuk mahasiswa kedokteran yang memperoleh dukungan hingga puluhan juta rupiah setiap tahun.
Lebih lanjut, Anwar menyampaikan optimisme terhadap program Sekolah Rakyat sebagai bagian dari strategi nasional dalam pengentasan kemiskinan. Ia bahkan menegaskan komitmen pemerintah daerah dengan menyiapkan lahan di pusat kota untuk pembangunan sekolah tersebut.
Menurutnya, Sekolah Rakyat tidak hanya berfungsi sebagai fasilitas pendidikan, tetapi juga menjadi simbol masa depan daerah dalam menyongsong visi Indonesia Emas 2045. Ia meyakini bahwa investasi di sektor pendidikan, khususnya bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu, merupakan langkah strategis untuk memutus rantai kemiskinan.
“Sekolah Rakyat adalah masa depan Sulawesi Tengah. Dari sinilah kita menyiapkan generasi yang akan membawa daerah ini menuju Indonesia Emas 2045,” jelasnya.
Sementara itu, Menteri Sosial Saifullah Yusuf menegaskan bahwa implementasi program Sekolah Rakyat harus dilakukan secara transparan dan tepat sasaran. Ia mengingatkan agar tidak ada praktik titipan dalam proses penerimaan siswa, mengingat program ini ditujukan bagi masyarakat yang benar-benar membutuhkan.
“Sekolah Rakyat bukan hanya mendidik anak, tetapi juga memberdayakan keluarganya, sehingga ketika anak lulus, orang tuanya juga sudah mandiri,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa Sekolah Rakyat dirancang sebagai pendekatan terpadu dalam penanganan kemiskinan, dengan tidak hanya berfokus pada pendidikan anak, tetapi juga pada pemberdayaan keluarga secara menyeluruh.
Orang tua siswa akan didorong untuk lebih mandiri melalui berbagai intervensi sosial dan ekonomi, sehingga terjadi peningkatan kesejahteraan keluarga secara berkelanjutan.
Selain itu, pemerintah juga menyiapkan berbagai skema pendampingan bagi lulusan Sekolah Rakyat, baik melalui akses pendidikan tinggi maupun pelatihan kerja yang terintegrasi dengan kebutuhan dunia industri.
“Ini adalah bagian dari strategi besar pemerintah untuk memutus kemiskinan secara terpadu dan berkelanjutan,” jelasnya.
Mensos juga mendorong penguatan literasi masyarakat melalui pembangunan perpustakaan modern sebagai pusat aktivitas edukatif. Menurutnya, fasilitas tersebut penting untuk meningkatkan budaya membaca sekaligus mengurangi ketergantungan generasi muda terhadap penggunaan gawai secara berlebihan.
Kunjungan ini menjadi momentum strategis dalam memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan daerah. Melalui pendekatan berbasis data, kebijakan pendidikan inklusif, serta intervensi sosial yang terintegrasi, Sulawesi Tengah diharapkan mampu menekan angka kemiskinan dan berkembang sebagai salah satu provinsi unggulan di Indonesia.
Gubernur Anwar Hafid menutup sambutannya dengan menegaskan bahwa kualitas pendidikan generasi muda menjadi penentu utama masa depan bangsa. Ia mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk terus mendukung program-program strategis pemerintah dalam mewujudkan Indonesia yang maju dan sejahtera.* FRE
