PARIGI MOUTONG (DEADLINEWS.COM) – Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, meresmikan fasilitas packing house milik PT Pondok Durian Sulawesi yang berlokasi di Desa Masari, Kecamatan Parigi Selatan, Kabupaten Parigi Moutong, Jumat (27/3).
Peresmian tersebut berlangsung semarak dengan adanya kegiatan “Berani Makan Durian 1 Ton” yang turut melibatkan partisipasi masyarakat setempat.
Dalam kegiatan tersebut, Gubernur didampingi Ketua TP PKK Sulawesi Tengah, Sry Nirwanti Bahasoan, serta sejumlah pejabat daerah. Hadir pula Wakil Bupati Parigi Moutong Abdul Sahid, Ketua DPRD Parigi Moutong Alfres Masboy Tonggiroh, Kapolres Parigi Moutong AKBP Hendrawan, serta jajaran kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah.
Dalam sambutannya, Anwar Hafid menegaskan bahwa pemerintah memiliki peran strategis dalam mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat. Menurutnya, investasi menjadi faktor penting dalam menciptakan lapangan kerja serta menggerakkan roda perekonomian daerah.
“Kalau usaha tumbuh, lapangan kerja ikut terbuka. Itu yang harus kita dorong bersama,” kata Anwar Hafid di hadapan masyarakat dan pelaku usaha.
Ia menilai keberadaan packing house tersebut sebagai langkah konkret dalam meningkatkan nilai tambah komoditas durian. Melalui fasilitas ini, hasil panen petani dapat melalui proses sortir, pengemasan, dan standarisasi sehingga memiliki nilai jual yang lebih tinggi dan harga yang lebih stabil.
“Kalau petani menjual sendiri-sendiri, harga sering tidak stabil. Dengan packing house, kualitas terjaga dan pasar lebih jelas,” ujarnya.
Lebih lanjut, Anwar menyoroti besarnya peluang ekspor durian, khususnya ke pasar China yang permintaannya terus meningkat. Hal ini dinilai sebagai peluang strategis bagi daerah penghasil durian seperti Sulawesi Tengah untuk memperluas pasar.
“Jangan hanya kejar banyaknya. Kualitas harus kita jaga dari bibit, perawatan, sampai panen dan pengemasan,” tegasnya.
Di sisi lain, ia juga mengingatkan adanya tantangan berupa keterbatasan pasokan durian guna memenuhi kebutuhan industri. Untuk itu, ia meminta instansi terkait segera melakukan pemetaan antara kebutuhan dan kapasitas produksi guna merumuskan strategi peningkatan hasil panen.
“Kita sudah punya fasilitas, tapi produksi harus kita kejar. Jangan sampai industri siap, bahan bakunya justru kurang,” katanya.
Anwar turut menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam mendukung iklim investasi yang kondusif, termasuk membantu mengatasi berbagai kendala di lapangan. Ia menekankan bahwa pemerintah harus berperan sebagai fasilitator, bukan penghambat bagi pelaku usaha dan petani.
“Kalau rakyat tenang, bekerja, dan penghasilannya ada, maka daerah akan aman dan berkembang,” ujarnya.
Melalui peresmian fasilitas ini, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah berharap sektor durian semakin berkembang, mampu menembus pasar ekspor, serta memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat, khususnya petani di Kabupaten Parigi Moutong dan wilayah sekitarnya.* FRE
