LUWU UTARA (DEADLINEWS.COM) – Ribuan masyarakat Luwu Raya menggelar aksi napak tilas dan demonstrasi serentak menuntut pembentukan Provinsi Luwu Raya, Jumat (23/1).
Di Kabupaten Luwu Utara, kegiatan napak tilas perlawanan rakyat Luwu dimulai dari Tugu Coklat Jalur Dua Andi Sanjaya dan dilanjutkan long march menuju Monumen Masamba Affair (Monumen Juang Lesangi). Selama kegiatan berlangsung, jalan Trans Sulawesi ditutup total.
Koordinator Presidium Gerakan Pemekaran Provinsi Luwu Raya (GPPRL), Karemuddin, mengatakan aksi ini merupakan gerakan rakyat untuk menuntut keadilan.
“Tuntutan kita hanyalah Provinsi Luwu Raya, dan yang terpenting ini adalah gerakan rakyat, bukan gerakan individu, gerakan sejarah menuntut keadilan,” ucapnya.
Ia menegaskan pembentukan provinsi menjadi jalan keluar agar wilayah Luwu Raya tidak terus menjadi daerah pinggiran.
“Menuntut agar segera Luwu Raya bisa menjadi Provinsi, sehingga tidak menjadi pinggiran selama terlalu jauh di lingkaran Provinsi Sulawesi Selatan, bagaimana keadilan itu ditegakkan jalan satu-satunya adalah Provinsi Luwu Raya,” tambahnya.
Menurut Karemuddin, aksi blokade akan terus dilakukan hingga tuntutan dipenuhi.
“Kalau memang tidak di indahkan, maka kita akan blokade agar kita diperhatikan karena kita hanya meminta satu yaitu Provinsi Luwu Raya terbentuk,” tegasnya.
Ia juga menilai Luwu Raya telah memenuhi syarat pembentukan provinsi.
“Dari semua sisi, baik itu dari segi luas wilayah, jumlah penduduk dan dari segi historis sejarah, kita sangat memenuhi syarat. Semoga bapak Presiden mendengar ini, bahwa Presiden Ke delapan RI tercatat dalam sejarah Pembentukan Provinsi Luwu Raya Berdiri, ” tutupnya.
Sementara itu, aksi serentak juga digelar di Kabupaten Luwu, Kota Palopo, dan wilayah lain di Sulawesi Selatan. Massa GPPRL memblokade sejumlah titik strategis, termasuk perbatasan Kabupaten Luwu, Kecamatan Bosso, pintu masuk Kota Palopo, Kecamatan Sabbang, dan Jembatan Baliase. Akibatnya, aktivitas ekonomi dan fasilitas umum di tiga kabupaten dan satu kota lumpuh total, dengan antrean kendaraan mengular hingga puluhan kilometer.
Selain jalur darat, massa melakukan long march sejauh lima kilometer menuju Bandara Andi Djemma Masamba sehingga aktivitas penerbangan terganggu.
“Aksi ini merupakan bentuk keseriusan rakyat Luwu. Kami menuntut janji pemekaran Provinsi Luwu Raya segera direalisasikan,” kata Karimuddin.
Ketegangan sempat terjadi di Jembatan Baliase saat seorang pengendara motor mencoba menerobos barisan massa yang memblokade jalan.* FRE
