PALU (DEADLINEWS.COM) – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah memperingati satu tahun kepemimpinan Gubernur Anwar Hafid dan Wakil Gubernur dr. Reny Lamadjido melalui rangkaian kegiatan doa bersama, dzikir, buka puasa, serta penyaluran lebih dari 5.000 paket sembako kepada masyarakat. Kegiatan tersebut digelar di Masjid Raya Baitul Khairaat, Palu, Minggu (22/2).
Peringatan ini tidak hanya menjadi wujud rasa syukur, tetapi juga momentum evaluasi atas perjalanan pemerintahan Anwar–Reny yang dihadapkan pada tantangan penyesuaian fiskal nasional dan dinamika sosial ekonomi pascapandemi. Kegiatan tersebut turut dihadiri unsur Forkopimda Sulawesi Tengah, pimpinan DPRD, TNI–Polri, lembaga peradilan, tokoh agama, tokoh masyarakat, para mantan gubernur, serta ribuan warga dari berbagai wilayah.
Dalam sambutannya, Gubernur Anwar Hafid menekankan bahwa tahun pertama pemerintahan merupakan fase strategis untuk membangun fondasi tata kelola yang responsif, transparan, dan berpihak kepada masyarakat. Ia mengakui kebijakan efisiensi anggaran dari pemerintah pusat berdampak pada kapasitas fiskal daerah, namun menegaskan bahwa kondisi tersebut tidak boleh mengurangi kualitas pelayanan publik.
“Di saat anggaran kita dipotong cukup besar, kami sepakat untuk tidak mengeluh. Pemerintah tidak boleh lemah. Kalau pemerintah loyo, rakyat ikut lemah. Maka kami memilih tetap bekerja, tetap tersenyum, dan memastikan program prioritas tetap berjalan,” ujar Anwar.
Di tengah keterbatasan fiskal, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah tetap mencatat sejumlah capaian makro yang menunjukkan ketahanan ekonomi dan arah pembangunan yang positif. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Sulawesi Tengah pada 2025 meningkat dari 72 menjadi 72,80. Pertumbuhan ekonomi daerah juga berada pada peringkat kedua tertinggi secara nasional, mencerminkan stabilitas di tengah tekanan fiskal nasional.
Capaian tersebut didukung implementasi program unggulan Sembilan Berani, khususnya Berani Cerdas dan Berani Sehat. Pada sektor pendidikan, rata-rata lama sekolah masyarakat Sulawesi Tengah mengalami peningkatan sepanjang 2025. Pemerintah provinsi juga telah menjalin kemitraan dengan sekitar 400 perguruan tinggi di seluruh Indonesia guna memastikan mahasiswa penerima program Berani Cerdas memperoleh pembiayaan pendidikan secara langsung ke perguruan tinggi tanpa prosedur yang berbelit.
“Mahasiswa kita tidak perlu lagi pusing memikirkan biaya. Begitu ada keterangan dari kampus, pemerintah langsung mentransfer ke perguruan tinggi. Ini bentuk kehadiran negara di sektor pendidikan,” kata Anwar.
Di bidang kesehatan, Program Berani Sehat menjadi instrumen penting di tengah kebijakan nasional yang menonaktifkan jutaan kepesertaan JKN. Di Sulawesi Tengah, lebih dari 111 ribu warga terdampak kebijakan tersebut. Melalui program ini, masyarakat tetap dapat mengakses layanan kesehatan dengan menunjukkan KTP.
“Saya tidak ingin masyarakat Sulawesi Tengah takut berobat hanya karena kartu JKN-nya nonaktif. Selama ada KTP, pemerintah hadir,” tegas Anwar.
Tahun 2025 juga menjadi tonggak penting peningkatan layanan kesehatan daerah dengan terlaksananya operasi jantung terbuka pertama di RSUD Undata. Pencapaian ini menandai penguatan kapasitas layanan rujukan di Sulawesi Tengah.
Wakil Gubernur dr. Reny A. Lamadjido menambahkan bahwa peningkatan kualitas layanan kesehatan harus diiringi penguatan sumber daya manusia. Untuk itu, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah menargetkan penyelenggaraan pendidikan dokter spesialis mulai 2026.
“Insya Allah, tahun 2026 Sulawesi Tengah sudah memiliki pendidikan dokter spesialis sendiri. Anak-anak daerah tidak perlu lagi keluar jauh untuk menempuh pendidikan spesialis,” ujar Reny.
Program tersebut akan direalisasikan melalui kerja sama dengan Universitas Hasanuddin, dengan RSUD Undata sebagai rumah sakit pendidikan utama. Pemerintah daerah juga menargetkan pengembangan rumah sakit pendidikan spesialis jantung guna memenuhi kebutuhan layanan kesehatan lanjutan.
Di sektor infrastruktur, pemerintah provinsi memprioritaskan peningkatan konektivitas wilayah melalui pembangunan dan pembukaan ruas jalan strategis, termasuk jalur Sausu–Sigi yang selama ini rawan longsor dan menghambat distribusi hasil perkebunan. Upaya ini dinilai krusial untuk mempercepat mobilitas ekonomi serta mengurangi keterisolasian wilayah.
Penguatan sektor transportasi udara turut menjadi perhatian, ditandai dengan dibukanya penerbangan internasional serta rencana penerbangan langsung dari Tiongkok ke Palu pada April 2026. Pemerintah provinsi juga mendorong pengembangan Bandara Mutiara SIS Al-Jufri agar ke depan dapat berfungsi sebagai embarkasi haji.
“Kalau bandara ramai, hotel tumbuh, rumah makan hidup, UMKM bergerak. Ekonomi rakyat akan ikut naik. Itu sebabnya saya minta event nasional dipusatkan di Palu,” ujar Anwar.
Sebagai bagian dari strategi penggerak ekonomi daerah, Kota Palu juga dipersiapkan menjadi tuan rumah Fornas 2027 yang diproyeksikan menghadirkan puluhan ribu peserta dari berbagai daerah di Indonesia. Pemerintah optimistis ajang tersebut akan memberikan dampak ekonomi signifikan bagi Sulawesi Tengah.
Menutup sambutannya, Gubernur Anwar Hafid mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus mendukung serta mengawal agenda pembangunan yang sedang berjalan.
“Kami sadar kerja ini belum sempurna. Tapi fondasi sudah kita letakkan. Dengan doa, kebersamaan, dan kerja keras, saya yakin Sulawesi Tengah akan semakin maju dan masyarakatnya semakin sejahtera,” pungkasnya.* FRE
