Tolitoli (deadlinews.com) – Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, selaku Ketua Majelis Pembimbing Daerah (Mabida) Gerakan Pramuka Sulawesi Tengah, menghadiri rapat bersama jajaran pengurus dan anggota Kwartir Cabang (Kwarcab) Pramuka Kabupaten Tolitoli, Jumat (3/10).
Rapat tersebut berlangsung di Gedung Kwarcab Pramuka Tolitoli, Jl. Ladapi, dan dihadiri oleh unsur Forkopimda Kabupaten Tolitoli, Sekretaris Daerah Moh. Asrul Bantilan yang mewakili Bupati Tolitoli, serta Ketua Kwarcab Gerakan Pramuka Tolitoli, Moh. Besar Bantilan, bersama jajaran pengurus lainnya.
Dalam kesempatan itu, Anwar Hafid menyampaikan apresiasi terhadap dukungan Pemerintah Kabupaten Tolitoli yang terus konsisten dalam mendorong kemajuan Gerakan Pramuka di daerah yang dikenal dengan sebutan Kota Cengkeh tersebut.
Menurutnya, Pramuka memiliki peran penting dalam membentuk karakter, kemandirian, kedisiplinan, dan keterampilan peserta didik.
“Capaian ini harus seiring dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia untuk mencerdaskan kehidupan bangsa,” katanya.
Gubernur menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah menaruh perhatian besar terhadap sektor pendidikan sebagai pondasi utama pembangunan daerah.
Melalui program BERANI Cerdas, pemerintah provinsi berupaya memastikan bahwa siswa SMA, SMK, dan SLB tidak perlu lagi mengkhawatirkan biaya pendidikan, termasuk biaya praktik kerja lapangan dan uji kompetensi di SMK.
Selain itu, Pemprov juga menyediakan beasiswa bagi masyarakat dan pelajar yang ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi, termasuk jurusan kedokteran.
“Kita sudah menyiapkan anggaran pendidikan dari APBD. Diperkirakan hingga lima tahun ke depan ada 250.000 penerima manfaat beasiswa ini,” ujarnya.
Ia menekankan bahwa keberhasilan suatu bangsa atau daerah sangat ditentukan oleh kualitas pendidikan generasi mudanya.
Selain fokus pada pendidikan, Gubernur Anwar Hafid juga menegaskan komitmen Pemprov Sulteng dalam memperkuat Gerakan Pramuka di seluruh wilayah provinsi.
Salah satu bentuk dukungan tersebut adalah penyelenggaraan Jambore Pramuka tingkat Provinsi Sulawesi Tengah yang dijadwalkan berlangsung di Kabupaten Tolitoli pada tahun 2026.
Pemerintah provinsi juga menjadikan pembangunan bumi perkemahan sebagai salah satu prioritas, mengingat fasilitas tersebut berperan penting dalam menunjang berbagai kegiatan kepanduan.
“Kiprah Pramuka tidak bisa diragukan lagi. Pramuka telah teruji dan terbukti mampu berperan dalam membantu masyarakat dalam berbagai keadaan,” ungkapnya.
Melalui sinergi antara penguatan pendidikan lewat program BERANI Cerdas dan pengembangan Gerakan Pramuka sebagai wadah pembinaan karakter, Anwar Hafid berharap generasi muda Sulawesi Tengah dapat tumbuh menjadi sumber daya manusia yang unggul, berdaya saing, serta siap menghadapi tantangan di tingkat nasional maupun global.*
Fredi
