Palu (deadlinews.com) – Dalam upaya menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pangan menjelang akhir tahun, Tim Gabungan Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Palu bersama Bulog dan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Palu terus memperkuat koordinasi lintas sektor dengan melakukan peninjauan harga beras di sejumlah pasar tradisional di Kota Palu, Rabu (29/10).
Kegiatan ini merupakan langkah strategis untuk memastikan harga jual beras premium, medium, dan SPHP tetap sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan pemerintah. Sinergi antarinstansi ini juga bertujuan menjaga kestabilan pasokan beras agar tetap terjangkau bagi masyarakat.
Berdasarkan hasil peninjauan lapangan, Kasat Reskrim Polresta Palu AKP Ismail, SH, MH melalui Kanit Ekonomi Khusus (Eksus) IPDA Ridho menyampaikan bahwa harga beras di sejumlah pasar tradisional Kota Palu kini sudah stabil dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
“Ya, untuk beras Premium, Medium, dan SPHP sendiri saat ini telah stabil dan sesuai dengan regulasi pemerintah atau Harga Eceran Tertingginya,” ucap IPDA Ridho.
Ia menambahkan bahwa hal tersebut merupakan hasil kerja sama yang baik antara pihak kepolisian, instansi terkait, dan para pedagang.
“Alhamdulillah ini merupakan respon positif dari pedagang untuk bekerja sama serta terus mendukung pemerintah,” papar Kanit Eksus itu.
Sesuai ketetapan pemerintah, harga eceran tertinggi beras yakni Rp14.900/kg untuk beras premium, Rp13.500/kg untuk beras medium, dan Rp12.500/kg untuk beras SPHP.
Lebih lanjut, IPDA Ridho menjelaskan bahwa hasil pengecekan lapangan menunjukkan para pedagang kini telah menyesuaikan harga jual beras dengan HET yang berlaku.
“Alhamdulillah para pedagang menerima dengan positif pengarahan dari kami, sehingga untuk harga jual beras saat ini tidak lagi terdapat selisih dengan HET-nya,” tuturnya.
Ia juga menegaskan bahwa kegiatan pemantauan akan terus dilakukan secara berkala guna memastikan stabilitas harga tetap terjaga.
“Untuk ke depannya, kami juga akan terus melakukan peninjauan agar harga jual beras bisa tetap stabil seperti saat ini,” imbuh IPDA Ridho mengakhiri.* FRE
