Palopo (deadlinews.com) – Antrean masyarakat terlihat cukup panjang di SPBU Pertamina Padang Alipan, Kota Palopo, Selasa (1/9/26).
Antrean tersebut terjadi karena meningkatnya kebutuhan BBM untuk berbagai keperluan masyarakat, termasuk mengoperasikan pompa air untuk mengairi sawah di tengah kondisi kekeringan serta mesin pemarut sagu.
Kondisi kekeringan membuat sejumlah petani kesulitan mendapatkan pasokan air untuk lahan pertanian mereka. Untuk menjaga sawah tetap mendapatkan pengairan, para petani mengandalkan pompa air yang membutuhkan BBM sebagai bahan bakar.
Selain untuk kebutuhan pengairan sawah, sebagian masyarakat juga membutuhkan BBM untuk mengoperasikan mesin pemarut sagu sebagai bagian dari aktivitas pengolahan hasil pertanian.
Dalam proses pengambilan BBM untuk kebutuhan tersebut, masyarakat diwajibkan memenuhi persyaratan berupa surat pengantar dari Dinas Pertanian. Petugas SPBU hanya dapat melayani masyarakat yang dapat menunjukkan surat pengantar tersebut.
Sementara masyarakat yang tidak dapat menunjukkan surat pengantar dari pihak pertanian tidak dapat dilayani sesuai ketentuan yang berlaku.
Untuk memastikan proses antrean berjalan tertib, personel Polsek Tellu Wanua melakukan pengamanan dan pengawasan secara ketat di lokasi. Kehadiran aparat kepolisian membantu mengatur masyarakat yang sedang mengantre sehingga situasi tetap aman dan terkendali.
Meski antrean masyarakat cukup panjang, proses pelayanan BBM di SPBU Pertamina Padang Alipan tetap berjalan lancar, aman, dan kondusif. Masyarakat yang mengantre juga mengikuti ketentuan yang berlaku sehingga situasi di lokasi tetap tertib.
Masyarakat berharap pelayanan BBM untuk kebutuhan pertanian dan pengolahan hasil pertanian dapat terus berjalan dengan baik, mengingat BBM sangat dibutuhkan untuk menunjang aktivitas mereka, khususnya di tengah kondisi kekeringan.* ESRA

