PALU (DEADLINEWS.COM) – Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, memberikan klarifikasi terkait potongan video yang viral di media sosial dan memperlihatkan ketegangan antara dirinya dengan massa aksi Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Tolitoli saat demonstrasi penolakan Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI), Kamis (4/6).
Sebelumnya, desakan agar Gubernur Anwar Hafid dan Bupati Tolitoli, Amran Yahya, menyampaikan permohonan maaf secara terbuka muncul sehari setelah aksi demonstrasi yang berakhir ricuh tersebut.
Reaksi publik dipicu oleh beredarnya video berdurasi 1 menit 29 detik. Pada potongan video itu, tepatnya pada detik ke-17 hingga 22, terdengar ucapan seorang pejabat yang mengatakan, “jabat tangan dulu de, kalau tidak kita pulang”.
Saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, Sabtu (6/6), Gubernur Anwar Hafid menegaskan bahwa persoalan tersebut sejatinya telah diselesaikan langsung di lokasi kejadian. Ia menyebut sejumlah pimpinan aksi telah menemuinya sebelum dirinya kembali ke Palu usai kunjungan kerja di Tolitoli.
“Sebelum meninggalkan Tolitoli, beberapa pimpinan demo sudah menemui saya. Mereka meminta maaf, dan saya pun juga menyampaikan permintaan maaf. Selesai. Apalagi yang mau dimasalahkan?” ujar Anwar Hafid.
Menanggapi tudingan yang muncul akibat video tersebut, Anwar membantah bahwa dirinya melakukan pemaksaan terhadap peserta aksi. Ia menjelaskan bahwa upaya berjabat tangan yang dilakukan merupakan bentuk itikad baik sebagai langkah membangun komunikasi dengan massa demonstran.
“Gubernur mendatangi pendemo dan mengulurkan tangan dua kali untuk berjabat tangan, tapi yang pakai baju HMI tidak mau menerima jabat tangan saya. Jadi saya bilang, kalau begitu saya pulang, tidak usah juga dengar tuntutanmu,” jelasnya.
Anwar juga mengimbau masyarakat agar melihat rekaman video secara utuh sehingga tidak menimbulkan kesalahpahaman dalam memahami konteks peristiwa yang terjadi.
Menurutnya, uluran tangan yang diberikan kepada mahasiswa dilakukan secara tulus dan tanpa adanya unsur paksaan.
“Tidak ada saya paksakan. Saya mengulurkan tangan tulus ikhlas, bisa dilihat di rekaman. Karena (uluran tangan) tidak diterima, saya bilang kalau begitu saya juga tidak mau mendengar tuntutanmu, karena menurut saya tidak ada attitude alias etika sama sekali,” tegas Anwar menutup klarifikasinya.* FRE










