Ibadah di Pegunungan Papua Tegaskan Makna Kebersamaan di Tengah Kesederhanaan

Manokowari (deadlinews.com) – Pelaksanaan ibadah di wilayah pegunungan Papua berlangsung penuh khidmat dan menjadi gambaran nyata kehidupan iman di tengah keterbatasan, Minggu (29/3).

Meski dilaksanakan di rumah ibadah yang sederhana, jemaat tetap menunjukkan antusiasme dan sukacita dalam mengikuti seluruh rangkaian ibadah.

Sebagian besar jemaat merupakan pekerja yang menyandarkan kehidupan dari hasil alam pegunungan, mereka tetap meluangkan waktu untuk beribadah sebagai bentuk syukur dan penguatan iman.

Dalam pelayanan firman, Bpk Julio, hamba Tuhan menyampaikan pesan mengenai kerendahan hati dan nilai kehidupan rohani. Ia menegaskan bahwa ” lebih sukar bagi orang kaya untuk masuk ke dalam Kerajaan Surga dibandingkan orang miskin”, sebagai pengingat agar umat tidak menjadikan kekayaan duniawi sebagai pusat kehidupan, melainkan mengutamakan iman dan ketulusan hati.

Pesan tersebut sekaligus menekankan bahwa makna ibadah tidak terletak pada megah atau indahnya bangunan gereja, melainkan pada kebersamaan umat, kasih persaudaraan, dan kesungguhan hati dalam mencari Tuhan.

Suasana ibadah berlangsung hangat dan penuh kebersamaan. Pujian dan doa yang dinaikkan bersama menggema di tengah alam pegunungan, menciptakan suasana damai yang mempererat persaudaraan antar-jemaat.

Melalui ibadah ini, jemaat diharapkan terus menjaga iman, memperkuat solidaritas, serta tetap hidup dalam nilai kasih dan kerendahan hati di tengah kehidupan masyarakat.* ESRA

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *