UKW di Banggai Resmi Ditutup, JOB Tomori dan SKK Migas Dorong Profesionalisme Wartawan

Banggai (deadlinews.com) – Pelaksanaan Uji Kompetensi Wartawan (UKW) bagi insan pers di wilayah Kabupaten Banggai, Banggai Kepulauan, dan Banggai Laut resmi berakhir. Kegiatan tersebut ditutup di Hotel Swiss-Belinn Luwuk, Kabupaten Banggai, Rabu (9/9/26).

Kegiatan peningkatan kompetensi wartawan tersebut mendapat dukungan dari Joint Operating Body Pertamina-Medco E&P Tomori Sulawesi (JOB Tomori) bersama SKK Migas Kalimantan-Sulawesi (Kalsul), sebagai bagian dari komitmen mendorong peningkatan profesionalisme dan kompetensi insan pers.

Relation Section Head JOB Tomori, Andi Basuki, mewakili manajemen JOB Tomori menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh wartawan yang telah mengikuti rangkaian UKW.

Ia berharap kegiatan tersebut memberikan manfaat nyata bagi peningkatan kompetensi wartawan, khususnya di Kabupaten Banggai, sekaligus memperkuat hubungan antara media dan industri hulu minyak dan gas bumi.

“Harapannya, kegiatan ini memberikan manfaat nyata dalam kompetensi wartawan di Kabupaten Banggai. Koordinasi dan kolaborasi dengan perusahaan hulu migas juga dapat berjalan dengan baik,” ujarnya.

Sementara itu, Departemen Analis, Formalitas dan Komunikasi SKK Migas Kalsul, Muh. Ary Pratomo, menekankan pentingnya peran media sebagai mitra strategis dalam mendukung keberlangsungan industri hulu minyak dan gas bumi.

Menurutnya, media memiliki posisi penting dalam menyampaikan informasi kepada publik, termasuk memberikan pemahaman mengenai berbagai kegiatan dan program yang dijalankan oleh sektor hulu migas.

“Kami berharap media membantu berjalannya produksi, memberikan dukungan dalam pemberitaan, menyosialisasikan kegiatan hulu migas dan lainnya,” katanya.

Ary menegaskan, SKK Migas maupun perusahaan hulu migas tidak menutup diri terhadap kritik dari media. Sebaliknya, kritik yang disampaikan secara konstruktif dinilai penting sebagai bagian dari fungsi kontrol sosial.

“Kami tidak anti kritik. Kalau ada ide yang membangun, silakan. Teman-teman media adalah kontrol sosial,” tegasnya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada insan pers dan perusahaan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) yang selama ini turut memberikan dukungan terhadap berbagai kegiatan peningkatan kompetensi wartawan.

“Kami berterima kasih dengan teman-teman dan perusahaan K3S. Kami berharap kami tetap dapat berkontribusi demi kebaikan bersama,” tuturnya.

Kompetensi Jadi Tolok Ukur Profesionalisme

Dari organisasi profesi, Sekretaris PWI Sulawesi Tengah, Temu Sutrisno, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung PWI dalam pelaksanaan kegiatan peningkatan kompetensi wartawan.

Menurutnya, kompetensi menjadi salah satu aspek penting dalam menentukan kelayakan seorang wartawan untuk menjalankan tugas dan tanggung jawab jurnalistik secara profesional.

“Kompetensi menjadi jalan untuk menentukan kelayakan wartawan,” ujarnya.

Temu secara khusus mengapresiasi dukungan JOB Tomori dan SKK Migas Kalsul terhadap peningkatan kompetensi wartawan. Dukungan tersebut, kata dia, telah diwujudkan melalui fasilitasi penyelenggaraan UKW yang bahkan telah dilaksanakan hingga lima kali.

“Ini sungguh luar biasa yang dilakukan JOB Tomori dan SKK Migas Kalsul, yang telah memberikan dukungan bahkan hingga lima kali memfasilitasi penyelenggaraan UKW,” katanya.

Ia berpesan kepada seluruh wartawan yang telah mengikuti UKW agar menjadikan kompetensi yang diperoleh sebagai amanah dalam menjalankan profesi jurnalistik.

Menurut Temu, wartawan memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga amanah masyarakat sekaligus menjalankan fungsi pers untuk kepentingan kemanusiaan.

Ia juga mengingatkan insan pers agar menjadikan nilai-nilai siddiq, amanah, dan fathanah sebagai landasan dalam menjalankan tugas jurnalistik.

“Jaga amanah rakyat, untuk kemanusiaan. Sifat dan karakter Nabi, siddiq, amanah, fathanah, harus menjadi bagian dari kita sebagai pers yang amanah dan jujur dalam mengemban misi kemanusiaan,” pesannya.

Penutupan UKW tersebut diharapkan tidak sekadar menjadi akhir dari rangkaian kegiatan, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat profesionalisme wartawan dalam menjalankan tugas jurnalistik.

Selain itu, kegiatan tersebut diharapkan mampu memperkuat koordinasi dan kolaborasi antara media, organisasi pers, SKK Migas, serta perusahaan hulu migas dalam membangun ekosistem informasi yang profesional, konstruktif, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat di Kabupaten Banggai.* FRE