Wasit Persipal vs Barito Putera Dipukul di Koridor Stadion Gawalise, Dipicu Protes Keputusan Pertandingan

PALU (DEADLINEWS.COM) – Laga Persipal Palu kontra Barito Putera pada pekan ke-12 Liga 2 Pegadaian Championship, Sabtu (22/11/), berakhir ricuh yang berujung pemukulan terhadap wasit Tomi Manggopa menjadi korban pemukulan di koridor Stadion Gawalise, Kota Palu.

Insiden tersebut viral di media sosial sehari berselang, Minggu (23/11), yang memicu sorotan publik terkait keamanan perangkat pertandingan di kompetisi nasional, serta kecaman meminta sanksi dari Komisi Disiplin PSSI.

Dalam video yang beredar, seorang pria bertopi dan berkaus hitam tampak memukul wajah wasit sesaat setelah Tomi memasuki lorong pemain menuju ruang wasit.

Petugas pengamanan yang berada di lokasi langsung menahan pelaku, namun pria tersebut melarikan diri meninggalkan area stadion.

Tak berhenti di situ, dua pria lain juga terlihat mencoba menyerang, meski berhasil digagalkan panitia pertandingan yang segera mengevakuasi wasit ke ruang aman.

Akun Instagram @forum_wasit_idn menyebut pria bertopi itu diduga bagian dari manajemen Persipal Palu, meski kebenarannya masih menunggu konfirmasi resmi dari pihak klub maupun operator liga.

Kericuhan tersebut diduga dipicu ketidakpuasan terhadap sejumlah keputusan wasit selama pertandingan, termasuk keluarnya lima kartu kuning dan dua kartu merah pada menit-menit akhir.

Pertandingan sendiri berakhir dengan kekalahan tuan rumah Persipal Palu 0-3 dari tamunya, Barito Putera. Gol-gol Laskar Antasari dicetak oleh Alexsandro Ferreira pada menit ke-20 dan 84, serta Ferdiyansyah pada menit ke-59.

Kekalahan tersebut membuat sejumlah pendukung dan pihak internal tim Persipal Palu disebut meluapkan emosi berlebihan seusai laga.

Insiden ini sekaligus menyeret kembali nama Tomi Manggopa ke pemberitaan. Wasit asal Bolaang Mongondow, Sulawesi Utara, itu sebelumnya pernah terlibat kontroversi ketika memimpin laga Grup CC babak 16 besar Liga 3 antara Persipa Pati dan Putra Delta Sidoarjo.

Saat itu, manajemen Persipa melaporkannya karena menilai pengambilan keputusan terkait akumulasi kartu kuning merugikan tim.

Tomi, yang lahir pada 23 Juni 1978 dan memulai karier sebagai pemain di sejumlah klub seperti Persibom Junior, Persmin Minahasa, dan Manado United, telah menjadi wasit berlisensi nasional sejak 2009.

Ia beberapa kali memimpin pertandingan Liga 1, Liga 2, dan Liga 3, meski jam terbangnya di kompetisi kasta tertinggi masih terbatas.

Hingga berita ini diturunkan, pihak operator Liga 2 maupun Persipal Palu belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait identitas pelaku atau sanksi yang akan dijatuhkan.

Namun, berbagai pihak mendesak adanya langkah tegas untuk menjaga integritas dan keamanan perangkat pertandingan di sepak bola Indonesia.* FRE

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *