Luwu Utara (deadlinews.com) – Antrean kendaraan roda empat yang hendak mengisi bahan bakar minyak (BBM) jenis solar di SPBU 7492903 Baloli, Desa Baebunta, Kecamatan Baebunta, Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan, mendapat sorotan dari warga dan pengguna jalan.
Antrean kendaraan yang memanjang hingga berada di atas badan Jalan Poros Trans Sulawesi dinilai membuat ruang lalu lintas semakin sempit.
Kondisi tersebut terlihat dari sejumlah kendaraan yang mengantre di sisi jalan, sementara kendaraan lainnya tetap melintas di jalur yang sama.
Seorang warga pengguna jalan, Ferdyt, mengaku terganggu dengan kondisi tersebut karena antrean kendaraan mengurangi ruang bagi pengguna jalan lainnya.
“Antrean yang berada di atas badan jalan membuat jalan poros Trans Sulawesi semakin sempit,” keluh Ferdyt.
Menurutnya, kondisi tersebut juga berpotensi membahayakan keselamatan pengguna jalan, terutama ketika kendaraan dari arah berlawanan harus melintas di ruang yang semakin terbatas.
“Ini sangat rawan berpotensi bisa mengakibatkan kecelakaan, kalau ada kendaraan cukup laju dari arah selatan menuju utara bisa kaget pas tikungan, jalan malah menyempit” demikian keluhnya.
Ferdyt berharap ada langkah dari pihak SPBU, dinas terkait, maupun aparat keamanan, untuk mengatur antrean kendaraan di SPBU tersebut agar tidak menggunakan badan jalan dan membahayakan pengguna jalan.
Ia menilai pengaturan antrean diperlukan, mengingat Jalan Poros Trans Sulawesi merupakan jalur yang dilalui berbagai jenis kendaraan, termasuk kendaraan berat dan kendaraan pribadi.
Warga berharap persoalan antrean solar tersebut dapat segera mendapat perhatian dan penanganan, sehingga aktivitas pengisian BBM tetap berjalan tanpa mengganggu kelancaran serta keselamatan lalu lintas.* ESRA















