Palu (deadlinews.com) – Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, bersama Wakil Gubernur dr. Reny Lamadjido dan Ketua TP-PKK Sulteng, Sry Nirwanti Bahasoan, menghadiri kegiatan Temu Relawan Berani yang digelar di JCC Palu pada Senin (6/10).
Ribuan relawan dari berbagai kabupaten dan kota di Sulawesi Tengah memadati lokasi acara, menciptakan suasana penuh keakraban dan nostalgia terhadap masa perjuangan kampanye pasangan Berani.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua Relawan Berani se-Sulteng, Rizki Samadani. Dalam sambutannya, Rizki menyampaikan bahwa acara ini merupakan inisiatif langsung dari Gubernur dan Wakil Gubernur untuk mempererat silaturahmi dengan para relawan.
“Ini bukti bahwa Gubernur Anwar Hafid dan Wakil Gubernur Reny Lamadjido adalah the real dealer — pemimpin yang tidak melupakan perjuangan dan selalu hadir untuk relawannya,” ujar Rizki disambut tepuk tangan meriah dari peserta.
Sejumlah pengurus partai politik pendukung, seperti PKS dan PBB, juga hadir dan turut memeriahkan acara. Momen tersebut menjadi ajang refleksi dan kebersamaan antara pemimpin dan relawan, mengingat kembali perjuangan yang dibangun di atas semangat gotong royong dan pengabdian.
Dalam sambutannya, Gubernur Anwar Hafid menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih yang mendalam kepada seluruh relawan atas dedikasi mereka selama masa perjuangan politik.
Ia menegaskan bahwa kerja bersama tidak berhenti setelah kemenangan, melainkan harus berlanjut untuk mengawal jalannya pemerintahan serta memastikan janji-janji politik benar-benar terealisasi.
“Kami membutuhkan saudara-saudara bukan hanya saat kampanye, tetapi juga untuk mengawal kami agar tetap bekerja sesuai harapan rakyat,” kata Gubernur.
Anwar Hafid kemudian memaparkan sejumlah capaian pemerintahan selama tujuh bulan masa kepemimpinannya bersama Wakil Gubernur Reny Lamadjido.
Salah satu capaian penting adalah kebijakan efisiensi anggaran daerah hingga Rp350 miliar yang dialokasikan untuk mendukung program strategis, di antaranya Berani Cerdas dan Berani Sehat.
Program Berani Sehat, yang diluncurkan dua bulan setelah pelantikan, telah memberikan manfaat kepada lebih dari 102 ribu masyarakat Sulawesi Tengah. Melalui program ini, warga dapat memperoleh layanan kesehatan hanya dengan menunjukkan KTP, meskipun kepesertaan BPJS mereka tidak aktif.
Pemerintah Provinsi juga menanggung biaya tunggakan BPJS dan pelayanan kesehatan melalui sistem SEHATI (Sistem Elektronik Jaminan Kesehatan Terintegrasi), sehingga akses layanan kesehatan dapat dinikmati seluruh lapisan masyarakat.
“Berani Sehat adalah bukti nyata bahwa pemerintahan ini bekerja untuk rakyat. Tidak boleh ada warga Sulteng yang sakit tapi tak bisa berobat hanya karena tak punya kartu BPJS,” tegas Gubernur.
Selain Berani Sehat dan Berani Cerdas, Gubernur juga menegaskan bahwa pemerintahannya berkomitmen menjalankan Sembilan Program Berani sebagai arah pembangunan Sulawesi Tengah.
Program tersebut meliputi bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi, infrastruktur, energi, kesejahteraan sosial, lingkungan hidup, serta tata kelola pemerintahan yang bersih dan berintegritas.
Seluruh program, kata Anwar, dijalankan dengan prinsip efisiensi dan keberpihakan kepada masyarakat kecil.
Sementara itu, Dewan Pembina Relawan Berani, Fathur Razaq, dalam sambutannya mengajak seluruh relawan untuk tetap solid dan konsisten dalam mengawal kepemimpinan pasangan Berani.
Ia menegaskan bahwa perjuangan belum berakhir, karena tantangan sesungguhnya adalah memastikan seluruh janji kampanye diwujudkan dalam kebijakan nyata yang berpihak kepada rakyat.
“Kita harus tetap bersama. Jangan biarkan semangat ini pudar setelah kemenangan. Saat ini, tugas kita adalah mengawal program-program Berani agar benar-benar menyentuh masyarakat bawah,” ujar Fathur.*
Fredi



















