Gubernur Sulteng Dorong Pendidikan Berbasis Spiritual dan Masjid dalam Retret Kepala Sekolah

PALU (DEADLINEWS.COM) – Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, menekankan pentingnya penguatan nilai spiritual dan kedekatan dengan masjid sebagai fondasi dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan sumber daya manusia di daerah. Hal tersebut disampaikan saat memberikan arahan pada kegiatan retret kepala sekolah yang berlangsung di Masjid Raya Baitul Khairaat, Sabtu (4/4).

Dalam arahannya, Anwar Hafid menegaskan bahwa masjid tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat keberkahan yang memberikan dampak luas bagi kehidupan masyarakat, termasuk sektor pendidikan.

“Semua masjid di muka bumi ini adalah rumah Allah. Banyak sekali contoh soal janji Allah, dimana satu negara yang melaksanakan perintah Allah ini dengan istiqomah, Allah menepati janjinya,” ujarnya.

Ia menilai, Sulawesi Tengah memiliki potensi besar untuk menjadi daerah yang diberkahi apabila masyarakatnya memakmurkan rumah ibadah dan menjadikan masjid sebagai pusat aktivitas spiritual.

“Sulawesi Tengah ini kurang apa? Allah sudah janji sembah aku di rumah-Ku maka akan turun keberkahan di situ,” tegasnya.

Dalam konteks pendidikan, ia mengajak para kepala sekolah untuk tidak hanya berfokus pada pencapaian akademik, tetapi juga menanamkan nilai-nilai akhlak dan karakter peserta didik melalui pendekatan spiritual.

“Ajak anak-anak sekolah untuk sholat berjamaah. Bikin kreativitas, tidak usah takut,” katanya.

Lebih lanjut, Anwar Hafid menegaskan bahwa berbagai tantangan dalam dunia pendidikan tidak dapat diselesaikan hanya dengan pendekatan rasional semata, melainkan juga membutuhkan doa dan ketergantungan kepada Tuhan.

“Bapak-bapak tidak mungkin bisa menyelesaikan banyak masalah terutama anak-anak ini jika bukan karena Allah,” ungkapnya.

Ia juga mengingatkan bahwa praktik pendidikan harus menjauhi kekerasan dan mengedepankan nilai akhlak, keteladanan, serta pendekatan spiritual dalam membentuk karakter generasi muda.

“Tidak ada metode pendidikan dengan kekerasan, yang ada hanya dengan akhlak, dengan doa,” tegasnya.

Pada kesempatan tersebut, Gubernur turut memperkenalkan penguatan program “Sulteng Mengaji” sebagai bagian dari upaya membangun masyarakat yang lebih dekat dengan Al-Qur’an. Ia meyakini, penerapan nilai-nilai tersebut akan memberikan kemudahan dalam berbagai aspek kehidupan sekaligus mendukung pencapaian pembangunan daerah.

Menurutnya, kegiatan retret kepala sekolah akan terus dilaksanakan sebagai strategi membangun visi “Sulteng Berkah”, yakni daerah yang tidak hanya maju secara material, tetapi juga kuat secara spiritual.

Ia optimistis, sinergi antara pendidikan dan nilai keagamaan akan membawa masa depan pendidikan di Sulawesi Tengah ke arah yang lebih baik.

“Insya Allah pendidikan di Sulawesi Tengah ini akan maju, mulai dari masjid, mulai dari rumah-rumah ibadah,” pungkasnya.* FRE

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *