Palu (deadlinews.com) – Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, menegaskan komitmennya dalam meningkatkan penyerapan tenaga kerja lokal melalui pelaksanaan job fair yang menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-62 Provinsi Sulawesi Tengah.
Hal tersebut disampaikan saat penutupan Semarak Sulteng Nambaso (SSN) di Lapangan Imanuel, Kota Palu, Sabtu (18/4) malam.
Menurut Anwar, berbagai kegiatan dalam rangkaian HUT Sulteng tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga dirancang untuk memberikan dampak nyata bagi masyarakat, khususnya dalam membuka akses lapangan kerja.
“Dalam rangkaian ulang tahun ini ada banyak kegiatan, salah satunya job fair. Saya doakan semoga masyarakat yang melamar bisa segera diterima dan mendapatkan pekerjaan melalui kegiatan ini,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya peran dunia usaha dalam mendukung pembangunan daerah, terutama dalam memberikan kesempatan kerja bagi putra-putri daerah.
Dalam kesempatan tersebut, Anwar Hafid mengimbau seluruh perusahaan yang berpartisipasi dalam job fair SSN 2026 agar memprioritaskan tenaga kerja lokal yang memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP) Sulawesi Tengah.
“Saya mengimbau kepada seluruh perusahaan yang membuka job fair kali ini agar menerima pekerja dengan KTP Sulteng,” tegasnya.
Menurutnya, kebijakan tersebut merupakan langkah strategis untuk memastikan masyarakat lokal dapat merasakan langsung manfaat dari pertumbuhan ekonomi dan investasi yang terus berkembang di Sulawesi Tengah.
Ia menambahkan bahwa peningkatan penyerapan tenaga kerja lokal akan berdampak signifikan terhadap kesejahteraan masyarakat serta menjadi fondasi penting dalam mewujudkan visi “Sulteng Nambaso”.
“Ini agar anak-anak kita bisa mendapat pekerjaan, sehingga Sulteng Nambaso bisa terwujud di kemudian hari,” tambahnya.
Pelaksanaan job fair dalam rangka HUT ke-62 Sulteng ini menjadi bagian dari upaya konkret Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah dalam mempertemukan pencari kerja dengan dunia industri, sekaligus memperkuat sinergi antara pemerintah dan sektor swasta.
Melalui pendekatan tersebut, Pemprov Sulteng terus menegaskan arah pembangunan yang inklusif dengan menempatkan masyarakat lokal sebagai subjek utama dalam menikmati hasil pembangunan daerah.* FRE















