Silaturahmi dan Halal Bihalal IKIB Pererat Kebersamaan Warga Buol di Palu

PALU (DEADLINEWS.COM) – Ikatan Keluarga Indonesia Buol (IKIB) menggelar kegiatan silaturahmi dan halal bihalal dalam suasana penuh keakraban dan kekeluargaan di Gedung Pogombo, Kantor Gubernur Sulawesi Tengah, Minggu (5/4).

Kegiatan tersebut dihadiri sejumlah tokoh penting, di antaranya Ketua Umum KONI Sulawesi Tengah Muhammad Fathur Razaq, Bendahara Umum KONI Randy, mantan Bupati Buol Amran Batalipu, Ketua Apindo Wijaya Candra, Kepala OJK, serta tokoh masyarakat Buol lainnya.

Ketua Panitia, Wahid Tarim, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menegaskan bahwa kegiatan ini menjadi momentum penting dalam mempererat hubungan kekeluargaan antarwarga Buol yang tergabung dalam IKIB.

“IKIB senantiasa menduku dan mensupport program-program Gubernur Sulteng Nambaso,” tegas Wahid.

Sementara itu, pembawa hikmah halal bihalal, Drs. HM. As’Ad Syukur, M.Pd., menekankan pentingnya peran generasi muda sebagai kekuatan utama dalam pembangunan. Ia juga mengapresiasi kehadiran Ketua Umum KONI dalam kegiatan tersebut sebagai bentuk dukungan terhadap pemuda.

“Kebetulan ada ketum KONI hadir dalam silaturrahim dan halal bihalal IKIB ini,” ujarnya.

Dalam ceramahnya, As’Ad Syukur juga menjelaskan makna halal bihalal sebagai tradisi khas Indonesia yang tidak ditemukan dalam bahasa Arab, namun memiliki nilai luhur dalam kehidupan bermasyarakat.

“Halal Bihalal itu saling menghubungi atau dan saling memaafkan. Halal Bihalal ini pertama dilakukan oleh Presiden Pertama Ir.Soekarno pada tahun 1948. Halal Bihalal ini adalah tradisi bagi bangsa Indonesia didalam berbangsa dan Bernegara untuk saling memaafkan dan mempererat tali silaturrahim,” jelasnya.

Ia turut menyoroti peran IKIB sebagai organisasi yang memiliki potensi besar dalam membangun kebersamaan dan kemajuan, terutama dengan adanya tokoh intelektual di dalamnya.

“Indonesia itu damai, sekalipun banyak agama, aliran kepercayaan, dan suku-suku yang berbeda, karena Indonesia menjaga Silaturrahim,” tuturnya.

Selain itu, As’Ad Syukur juga mengapresiasi kepedulian sosial IKIB yang dinilai aktif dalam kegiatan berbagi kepada sesama. Ia mengingatkan bahwa berbagi tidak akan mengurangi rezeki, melainkan justru mendatangkan keberkahan.

“Olehnya mari kita selalu bersyukur dan doakan orang-orang yang memberikan kita Sedekah, agar rezekinya mengalir dan umurnya dipanjangkan,” tuturnya.* FRE

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *