Palu (deadlinews.com) – Gubernur Sulawesi Tengah (Sulteng), Anwar Hafid, menerima kunjungan Direktorat Perlindungan Sosial Korban Bencana Alam (PSKBA) Kementerian Sosial RI bersama Kepala Dinas Sosial Provinsi Sulteng, Farid Yotolembah, di ruang kerjanya, Senin (3/11).
Pertemuan tersebut membahas rencana pelaksanaan program kesiapsiagaan dan mitigasi bencana di wilayah Sulteng, khususnya di Kecamatan Petasia Timur, Kabupaten Morowali Utara.
Adapun program yang rencananya akan dijalankan meliputi pembentukan Kampung Siaga Bencana (KSB), Tagana Masuk Sekolah (TMS), dan Lumbung Sosial (Lumsos), yang ditujukan untuk memperkuat kapasitas masyarakat dalam menghadapi potensi bencana alam di daerah rawan.
Perwakilan Direktorat PSKBA Kemensos RI, Muh. Haykal, menjelaskan bahwa pelaksanaan program Tagana Masuk Sekolah akan difokuskan di 10 sekolah di Kecamatan Petasia Timur.
“Melalui program TMS, kami ingin menanamkan pemahaman sejak dini kepada siswa tentang langkah-langkah menghadapi bencana. Anak-anak sekolah harus dibekali kemampuan dasar penyelamatan diri dan kesadaran akan pentingnya kesiapsiagaan,” ujarnya.
Gubernur Anwar Hafid menyampaikan apresiasi terhadap perhatian dan dukungan Kementerian Sosial dalam memperkuat ketahanan masyarakat di daerah rawan bencana.
Ia menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan masyarakat dalam membangun sistem mitigasi yang berkelanjutan.
“Sulawesi Tengah sudah beberapa kali mengalami bencana besar. Karena itu, kita harus belajar dan berbenah dengan memperkuat kesiapsiagaan masyarakat. Pemerintah provinsi akan mendukung penuh langkah-langkah yang dilakukan Kemensos dalam membangun daerah tangguh bencana,” tegasnya.
Anwar juga berharap agar program KSB, TMS, dan Lumbung Sosial dapat diperluas ke daerah lain di Sulawesi Tengah sebagai bagian dari upaya memperluas perlindungan sosial berbasis kesiapsiagaan masyarakat.* FRE














