Palu (deadlinews.com) – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah menerima kunjungan tim benchmarking Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan di Ruang Polibu, Kantor Gubernur Sulawesi Tengah, Kamis (27/11).
Kunjungan ini bertujuan mempelajari keberhasilan Sulteng dalam menerapkan skema pembangunan tahun jamak (multi years), yang selama ini masuk dalam supervisi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI.
Rombongan Pemprov Sulsel disambut Asisten Pemerintahan dan Kesra Setda Sulteng, Fahrudin Yambas, bersama jajaran pimpinan perangkat daerah.
Tim benchmarking Pemprov Sulsel dipimpin Inspektur Inspektorat Marwan Mansyur, didampingi pejabat terkait seperti Kadis Bina Marga dan Bina Konstruksi, Andi Ihsan; Inspektur Pembantu Wilayah III, Amiruddin; serta sejumlah pejabat bidang SDA, jalan, dan kerjasama layanan kesehatan.
Dalam sambutannya, Asisten Fahrudin mengapresiasi inisiatif Pemprov Sulsel memperkuat komunikasi antardaerah.
Ia menekankan bahwa pertukaran informasi menjadi kunci penting guna memastikan pelaksanaan proyek multi years tetap transparan dan akuntabel.
Ia juga menyampaikan bahwa Sulteng direkomendasikan KPK sebagai salah satu daerah yang berhasil menuntaskan proyek strategis melalui skema tersebut.
Salah satu contoh proyek yang menarik perhatian adalah pembangunan Masjid Raya Baitul Khairat di Jalan W.R. Supratman, Palu—yang sebelumnya merupakan Masjid Agung Darussalam dan hancur akibat gempa 7,7 SR pada September 2018.
Proyek ini melewati tahapan panjang mulai dari sayembara desain pada 2020, penyusunan DED tahun 2021, hingga konstruksi yang berlangsung pada periode 2023–2025.
“Proyek ini melibatkan banyak pihak, termasuk Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tengah, Polda Sulawesi Tengah, serta akademisi Universitas Tadulako,” ujarnya.
Masjid Raya Baitul Khairat kini mampu menampung sekitar 10.000 jamaah—8.000 laki-laki dan 2.000 perempuan.
“Sholat Jum’at perdana akan digelar besok (28 November 2025), disusul tabligh akbar dan peresmian masjid raya pada 4 Desember 2025,” pungkasnya.
Sementara itu, Inspektur Inspektorat Sulsel Marwan Mansyur menyampaikan apresiasi atas keterbukaan Pemprov Sulteng.
Ia mengungkapkan bahwa Sulawesi Selatan tengah menyiapkan paket multi years dengan pagu anggaran sekitar Rp 3,7 triliun, mencakup pembangunan jalan, irigasi, dan rumah sakit regional.
“Kami mendapat arahan dari KPK agar mempelajari pelaksanaan proyek multi years di Sulawesi Tengah sebagai referensi,” ungkapnya.
Ia berharap kerja sama antar kedua provinsi dapat terus berlanjut agar pengalaman dan praktik terbaik dalam perencanaan, penganggaran, dan pengawasan bisa diadopsi di Sulawesi Selatan.
“Kami berharap dukungan dan keterbukaan informasi dari Sulawesi Tengah,” tutupnya.
Kegiatan benchmarking ditutup dengan pemaparan teknis dan diskusi mengenai manajemen risiko, administrasi, mekanisme pengadaan, hingga koordinasi antarinstansi dalam proyek infrastruktur strategis.* FRE














