Gubernur Anwar Hafid Tegaskan Komitmen Tata Kelola Industri Berkelanjutan di Kawasan IMIP

PALU (DEADLINEWS.COM) – Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid kembali menegaskan komitmennya untuk memastikan pembangunan sektor industri di daerah berlangsung seimbang dengan perlindungan lingkungan hidup serta kepentingan masyarakat. Komitmen tersebut tercermin dalam rapat koordinasi bersama 22 perusahaan tenant yang beroperasi di kawasan Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP).

Dalam forum tersebut, Anwar menekankan bahwa aktivitas industri tidak semata-mata berfokus pada operasional di dalam kawasan, melainkan juga harus disertai kepedulian konkret terhadap kondisi lingkungan dan kehidupan sosial masyarakat di sekitar kawasan industri.

Penegasan itu disampaikan Anwar Hafid dalam pertemuan bersama Pelaksana Tugas Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Sulawesi Tengah, Muchlis, yang digelar di Kantor Gubernur Sulawesi Tengah, Selasa (20/1).

Anwar mendorong seluruh perusahaan tenant IMIP untuk terlibat aktif dalam pembenahan tata kelola kawasan industri secara menyeluruh, tertib, berkelanjutan, serta berorientasi pada kepentingan masyarakat dan kelestarian lingkungan.

“Kita membahas banyak hal, terutama isu-isu penting dalam perbaikan tata kelola kawasan industri, baik dari sisi lingkungan hidup maupun kawasan di luar kawasan industri,” kata Anwar.

Melalui pertemuan tersebut, Anwar Hafid berharap berbagai persoalan lingkungan di sekitar kawasan IMIP dapat ditangani secara lebih terencana, terintegrasi, dan berkelanjutan melalui sinergi antara pemerintah daerah dan pelaku industri.

“Ini adalah hal yang sangat baik. Teman-teman di sini menunjukkan kepedulian terhadap masyarakat dan memiliki komitmen untuk terus memperbaiki tata kelola kawasan industri,” lanjutnya.

Lebih lanjut, Anwar menegaskan bahwa pengelolaan kawasan industri yang baik tidak hanya berkaitan dengan perlindungan lingkungan, tetapi juga mencakup aspek ketenagakerjaan serta dampak sosial dan ekonomi bagi masyarakat lokal.

Ia berharap kolaborasi antara Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah dan seluruh tenant IMIP dapat mewujudkan ekosistem industri yang tidak hanya produktif, tetapi juga berkeadilan dan berkelanjutan.

“Semoga kerja sama ini membawa manfaat yang lebih besar bagi masyarakat dan mendorong kawasan industri Morowali menjadi kawasan industri yang tertib, berkelanjutan, dan berkeadilan,” pungkasnya.* FRE

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *