Gubernur Anwar Hafid Tekankan Keutamaan 10 Hari Terakhir Ramadan, Perkuat Spiritualitas Lewat Program BERANI Berkah

PALU (DEADLINEWS.COM) – Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, menegaskan bahwa 10 hari terakhir bulan Ramadan merupakan fase paling krusial dan penuh keutamaan bagi umat Islam. Pada periode tersebut terdapat malam Lailatul Qadar yang memiliki nilai ibadah lebih baik dari 1.000 bulan.

Pernyataan tersebut disampaikan Anwar Hafid usai melaksanakan Salat Subuh yang dirangkaikan dengan penutupan kegiatan iktikaf Ramadan 1447 Hijriah di Masjid Al-Mujahidin, Kantor Gubernur Sulawesi Tengah, Kamis (19/3).

“Intinya ramadan itu adalah di terakhir ini karena adanya malam lailatul qadar,” katanya.

Dalam sambutannya, Anwar Hafid menjelaskan bahwa malam Lailatul Qadar sejatinya hadir pada setiap Ramadan. Namun demikian, menurutnya, nilai utama dari malam tersebut bergantung pada bagaimana umat Muslim memanfaatkannya dengan amalan kebaikan.

“Cuman masalahnya apa yang kita lakukan pada malam itu? Apakah hal kebaikan atau tidak, jika kebaikan itu akan berlipat ganda pahalannya seperti beribadah 1000 bulan,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa pelaksanaan iktikaf pada 10 hari terakhir Ramadan merupakan salah satu upaya untuk menghidupkan malam-malam penuh kemuliaan melalui berbagai aktivitas spiritual dan keagamaan.

Kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari implementasi program BERANI Berkah yang termasuk dalam sembilan program prioritas BERANI Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah. Program ini diarahkan untuk mendorong peningkatan kualitas kehidupan masyarakat, tidak hanya dari aspek pembangunan fisik, tetapi juga penguatan spiritualitas.

“Itulah kenapa adanya iktikaf di 10 hari terakhir bulan ramadan, karena agar malam-malam terakhir ini diisi dengan kegiatan spiritual yang mendekatkan diri kepada Allah SWT,” tuturnya.

“Itikaf ini adalah bagian dari ulaya kita membangun sulteng yang semakin berkah,” jelasnya.

Pada kesempatan yang sama, Anwar Hafid menegaskan bahwa program BERANI Berkah bukan sekadar janji politik, melainkan bentuk komitmen nyata dalam menghadirkan keberkahan di Sulawesi Tengah.

“Berani Berkah itu bukan program politik, saya ingin meminta kepada masyarakat untuk bersama-sama meminta pertolongan Allah SWT,” terangnya.

Lebih lanjut, ia mengutip Al-Qur’an Surah Saba ayat 15 tentang negeri Saba sebagai gambaran negeri terbaik. Nilai tersebut, menurutnya, menjadi inspirasi dalam mewujudkan Sulawesi Tengah sebagai daerah yang baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur.

Selain itu, melalui program BERANI Berkah, Anwar Hafid mengajak seluruh masyarakat untuk memperkuat iman dan takwa. Hal tersebut sejalan dengan firman Allah dalam Surah Al-A’raf ayat 96 mengenai datangnya pertolongan Allah bagi suatu negeri yang masyarakatnya beriman dan bertakwa.

“Pertolongan Allah itu hanya akan datang jika masyarakatnya itu beriman dan bertakwa, inilah yang ingin saya capai melalui Berani Berkah,” tandas Anwar Hafid.* FRE

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *