Palu (deadlinews.com) – Suasana pagi di Lapangan Pogombo, Kantor Gubernur Sulawesi Tengah, tampak semarak dengan kehadiran ratusan dokter dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Provinsi serta kabupaten/kota se-Sulawesi Tengah.
Mereka berpartisipasi dalam kegiatan Fun Walk bersama Wakil Gubernur Sulawesi Tengah, dr. Reny Lamadjido, yang juga baru terpilih sebagai Ketua IDI Wilayah Sulawesi Tengah, Minggu (2/11).
Kegiatan tersebut membawa semangat kebersamaan dan penerapan gaya hidup sehat, dengan rute mengelilingi sejumlah jalan utama di Kota Palu, dimulai dan diakhiri di Lapangan Pogombo.
Dalam sambutannya, dr. Reny menekankan kesehatan sebagai bagian integral dari kehidupan sehari-hari, bukan semata urusan rumah sakit atau persoalan obat.
“Kesehatan adalah modal utama pembangunan. Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah terus berupaya menghadirkan layanan kesehatan yang merata dan berkualitas bagi seluruh masyarakat. Namun keberhasilan pembangunan kesehatan tidak hanya ditentukan oleh fasilitas dan tenaga medis, tetapi juga oleh kesadaran masyarakat untuk menjaga pola hidup sehat,” ujar dr. Reny.
Ia juga memberikan mengapresiasi seluruh tenaga kesehatan yang telah berkontribusi dalam menjalankan program “Berani Sehat”, dengan menekankan pentingnya perubahan perilaku menuju masyarakat yang lebih sehat.
“Atas nama Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah, saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh sejawat yang telah berpartisipasi aktif dalam program Berani Sehat. Semangat ini harus terus kita hidupkan bersama,” tuturnya.
Lebih lanjut, dr. Reny menyampaikan kabar gembira bagi dunia medis di Sulawesi Tengah. Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah bekerja sama dengan Universitas Hasanuddin (Unhas) akan membuka afirmasi bagi 50 peserta Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) baru pada tahun 2026.
“Kesempatan ini sangat berharga. Semua biaya pendidikan akan ditanggung sepenuhnya oleh Kementerian Kesehatan hingga selesai. Jadi bagi sejawat muda di bawah usia 35 tahun, manfaatkanlah afirmasi ini dengan sebaik-baiknya,” jelasnya.
Program tersebut diharapkan dapat mengatasi kekurangan tenaga dokter spesialis di sejumlah rumah sakit kabupaten yang belum memenuhi standar pelayanan minimal.
“Kami ingin memastikan setiap rumah sakit di kabupaten memiliki dokter spesialis lengkap agar pelayanan kesehatan dapat merata hingga ke pelosok,” tambahnya.
Sebagai Ketua IDI Wilayah Sulawesi Tengah yang baru, dr. Reny menyampaikan rasa syukur atas kepercayaan dan dukungan seluruh sejawat.
“Ada yang bertanya, kenapa saya masih mau maju jadi Ketua IDI. Jawabannya sederhana: karena saya masih ingin mengabdi untuk IDI Satu. Saya mohon doa agar diberi kesehatan dan kekuatan untuk terus berbuat bagi IDI dan masyarakat Sulawesi Tengah,” ujarnya.
Ia juga mengajak para dokter untuk tetap menjalin komunikasi terbuka dengannya.
“Jangan lihat saya sebagai Wakil Gubernur, tapi sebagai sejawat. Silakan hubungi saya kapan pun. Kalau WA belum saya balas, mungkin sedang rapat dengan Pak Gubernur, tapi insyaallah akan saya jawab. Kita harus saling terbuka dan bersinergi demi kebaikan bersama,” pesannya.
Kegiatan Fun Walk IDI Sulteng ini menjadi wujud nyata sinergi antara pemerintah dan tenaga kesehatan dalam menumbuhkan kesadaran hidup sehat di tengah masyarakat. Melalui kolaborasi dan gerakan bersama, Sulawesi Tengah terus meneguhkan langkah menuju provinsi yang sehat, bahagia, dan berdaya saing.* FRE














