PALU (DEADLINEWS.COM) – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah menggelar Retret Aparatur Sipil Negara (ASN) Nasrani di lingkup Pemprov Sulteng yang berlangsung di Gereja GPID Jemaat Pniel, Jl. Cik Ditiro, Palu, Selasa (10/2). Kegiatan tersebut diikuti lebih dari 800 peserta yang terdiri dari pejabat eselon II, III, IV, serta PNS dan PPPK Kristen.
Kegiatan retret lanjutan ini dibuka oleh Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid yang hadir didampingi Wakil Gubernur dr. Reny Lamadjido dan Sekretaris Daerah Provinsi Sulteng Novalina. Retret dikoordinatori oleh Adiman.
Turut hadir Ketua Jemaat GPID, pimpinan Gereja Katolik Palu, serta para tokoh gereja dan pemuka umat Nasrani.
Dalam sambutannya, Gubernur menjelaskan bahwa retret merupakan metode penguatan kepemimpinan yang banyak digunakan dalam manajemen modern, termasuk dalam tradisi militer. Menurutnya, kegiatan ini menjadi momentum untuk melakukan refleksi dan penyusunan kembali strategi dalam menjalankan tugas pemerintahan.
“Retret bukan hal baru. Dalam sejarah militer, retret dilakukan ketika pasukan perlu menenangkan diri, mengevaluasi, lalu kembali maju dengan strategi yang lebih matang. Prinsip ini relevan dalam kepemimpinan dan pemerintahan,” ujarnya.
Ia juga menilai pelaksanaan retret di rumah ibadah mendukung pembentukan kesadaran batin dan moral kepemimpinan.
“Kalau di rumah ibadah saja seorang pemimpin tidak memiliki kesadaran, maka di tempat lain akan lebih sulit. Kesadaran teologis adalah fondasi utama yang akan melahirkan kesadaran sosial dan ilmiah, serta berdampak langsung pada kualitas kinerja,” tegasnya.
Menurutnya, kesadaran iman diharapkan mendorong ASN bekerja tidak semata karena pengawasan, tetapi juga atas dasar tanggung jawab moral dan keyakinan spiritual.
“Kinerja Provinsi Sulawesi Tengah sudah baik, tetapi kita tidak ingin berhenti di situ. Kita ingin kinerja yang luar biasa. Dan itu hanya bisa dicapai jika kesadaran iman dan integritas benar-benar hidup dalam diri setiap ASN,” tambahnya.
Retret ASN Nasrani ini dijadwalkan berlanjut dengan melibatkan tenaga fungsional pada hari berikutnya hingga seluruh rangkaian kegiatan selesai. Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah menempatkan kegiatan tersebut sebagai bagian dari upaya berkelanjutan dalam membangun karakter, integritas, serta peningkatan kualitas kinerja aparatur.* FRE














