Palu (deadlinews.com) – Beredar isu program Bus Trans Palu akan berhenti beroperasi mulai 19 Oktober 2025. Informasi tersebut mencuat setelah Pemerintah Kota (Pemkot) Palu disebut tidak lagi memiliki anggaran untuk membayar biaya operasional kepada pihak penyedia jasa, PT Bagong Transport.
Program yang diluncurkan pada 20 September 2024 lalu itu sejak awal menuai banyak kritik dari masyarakat. Tak sedikit warga yang menilai Bus Trans Palu sebagai program gagal dan memprediksi layanan tersebut tidak akan bertahan lama.
Program yang digagas oleh Wali Kota Palu, Hadianto Rasyid, itu dinilai belum mampu memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Besarnya anggaran operasional yang dikeluarkan tidak sebanding dengan manfaat yang diterima masyarakat maupun pemerintah daerah.
Bus Trans Palu juga kerap terlihat sepi penumpang, bahkan dalam sehari jumlah penumpangnya bisa dihitung dengan jari.
“Program BRT Bus Trans Palu ini tidak benar-benar siap, melainkan sebatas tipu daya untuk kepentingan sepihak,” kata Sekretaris Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Kota Palu, Naim, Rabu (30/7).
Ketua Komisi C Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Palu, Abdurrahim Nasar Al Amri, membenarkan adanya rencana pemberhentian sementara layanan transportasi umum tersebut.
“Iya, betul,” ujar Abdurrahim singkat, Sabtu (18/10), mengutip channelsulawesi.id.
Politisi Partai Demokrat itu menjelaskan, sejak pertama kali diluncurkan, program Bus Trans Palu memang belum menunjukkan kontribusi nyata terhadap peningkatan PAD.
Pemerintah Kota Palu bahkan sempat mewajibkan seluruh aparatur sipil negara (ASN) di lingkup Pemkot untuk menggunakan Bus Trans Palu minimal dua kali dalam seminggu.
Namun, kebijakan itu tidak juga mampu meningkatkan jumlah pengguna.
“Penggunaan transportasi umum ini tidak terlihat memberi perubahan berarti. Masyarakat masih enggan menggunakan Bus Trans Palu, sementara biaya operasionalnya cukup besar,” kata Abdurrahim.
Berdasarkan data yang dihimpun, sejak Januari hingga Juni 2025, pendapatan Bus Trans Palu hanya mencapai Rp395.931.660.
Sementara itu, Pemkot Palu berencana kembali menganggarkan Rp22 miliar untuk biaya operasional Bus Trans Palu pada tahun 2026, yang oleh sejumlah pihak dinilai sebagai bentuk pemborosan anggaran daerah.
Kendati demikian, hingga kini informasi mengenai penghentian operasional Bus Trans Palu masih sebatas isu.
Pemerintah Kota Palu belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait kelanjutan program transportasi publik tersebut.* FRE




















