PALU (DEADLINEWS.COM) – Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, menerima audiensi jajaran manajemen sektor energi yang membidangi distribusi BBM, LPG, dan Avtur di Kantor Gubernur Sulawesi Tengah, Selasa (20/1).
Pertemuan tersebut membahas kondisi distribusi energi di daerah, kesiapan menghadapi Ramadan dan Idulfitri, serta sejumlah isu strategis terkait kuota dan harga energi.
Dalam audiensi tersebut, perwakilan manajemen memaparkan struktur tim yang menangani sektor ritel dan distribusi, mulai dari pengelolaan SPBU, LPG, dan agen, hingga Aviation Fuel Terminal (AFT) sebagai fasilitas pengisian bahan bakar pesawat di Bandara Mutiara SIS Al-Jufri.
Koordinasi operasional dilakukan dari wilayah Makassar dan Palu, dengan personel yang bertanggung jawab atas suplai kapal, distribusi mobil tangki, BBM industri, serta aspek legal dan kontraktual.
Salah satu isu yang disampaikan adalah aspirasi agar harga Avtur di Sulawesi Tengah dapat disetarakan dengan harga Avtur di Jakarta.
Hal ini diharapkan dapat mendorong maskapai penerbangan melayani seluruh kabupaten tanpa memerlukan subsidi dari pemerintah daerah.
Manajemen menjelaskan bahwa penetapan harga Avtur merupakan kewenangan pemerintah pusat dengan mempertimbangkan volume dan skema harga maskapai, dan aspirasi tersebut akan diteruskan sebagai perhatian khusus ke tingkat nasional.
Manajemen juga melaporkan pelaksanaan Satuan Tugas Natal dan Tahun Baru yang berlangsung sejak 13 November hingga 11 Januari, dengan kondisi penyaluran energi di Sulawesi Tengah berjalan aman dan lancar.
Selama periode tersebut, penyaluran LPG tercatat mengalami kenaikan sekitar 2 persen. Untuk menghadapi Ramadan dan Idulfitri, konsumsi BBM jenis gasoline diperkirakan meningkat sekitar 5 persen, sementara LPG diproyeksikan naik hingga 15 persen.
Manajemen menyatakan kesiapan dalam menjaga ketahanan stok dan kelancaran distribusi, serta telah berkoordinasi dengan aparat kepolisian dan pemangku kepentingan terkait.
Terkait kuota energi, disampaikan bahwa kuota Pertalite pada tahun berjalan sedikit lebih rendah dibandingkan realisasi tahun sebelumnya, kuota solar relatif stabil, sementara kuota LPG mengalami penurunan hampir 7 persen.
Kondisi tersebut dinilai perlu mendapat perhatian serius, mengingat LPG telah menjadi kebutuhan pokok masyarakat, khususnya di wilayah dengan aktivitas industri dan pertambangan.
Selain itu, turut disampaikan keluhan masyarakat terkait akses BBM bagi nelayan dan petani yang masih kerap menghadapi antrean serta keterbatasan kuota di SPBU. Manajemen berharap dapat dirumuskan solusi jangka panjang agar penyaluran BBM bersubsidi lebih tepat sasaran.
Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid menyambut baik laporan dan koordinasi yang disampaikan. Ia menekankan pentingnya langkah antisipatif sejak dini untuk memastikan distribusi energi berjalan lancar, terutama menjelang Ramadan dan Idulfitri.
“Ini momentum yang sangat tepat untuk kita mengantisipasi dari jauh-jauh hari, sehingga masyarakat tidak mengalami kesulitan memperoleh bahan bakar dan LPG yang menjadi kebutuhan pokok,” ujar Gubernur Anwar Hafid.
Terkait kebutuhan BBM bagi nelayan, Gubernur menjelaskan bahwa pemerintah pusat telah mengagendakan pembangunan SPBU Nelayan (SPBUN) di wilayah pesisir melalui pendanaan APBN.
“Pemerintah pusat mulai tahun ini telah membangun SPBUN di daerah-daerah pesisir nelayan. Kita berharap ini menjadi solusi untuk mengatasi kelangkaan BBM bagi nelayan kita,” tambahnya.
Gubernur juga mengapresiasi sinergi antara pemerintah daerah dan pihak penyedia energi, serta berharap koordinasi yang baik ini dapat terus terjaga demi stabilitas pasokan energi dan kepentingan masyarakat Sulawesi Tengah.














