Palu (deadlinewa.com) – Wakil Gubernur Sulawesi Tengah, dr. Reny Lamadjido, membuka Rapat Pleno Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Provinsi Sulawesi Tengah yang berlangsung di Aula BPKAD, Selasa (18/11).
Dalam sambutannya, dr. Reny menegaskan bahwa semangat “Berani Nambaso” harus diwujudkan melalui langkah-langkah konkret dalam memperluas inklusi keuangan di seluruh wilayah Sulawesi Tengah.
“Kita harus berani keluar dari cara-cara konvensional. Berani berinovasi, memperkuat layanan keuangan, dan yang paling penting adalah memperkuat kolaborasi lintas sektor,” tegasnya.
Ia menjelaskan bahwa keberhasilan upaya peningkatan inklusi keuangan hanya dapat terwujud melalui sinergi antara pemerintah daerah, lembaga perbankan, lembaga keuangan non-bank, serta seluruh pemangku kepentingan.
Wagub juga menyoroti pentingnya pengendalian kredit bermasalah dan meminta lembaga keuangan menghindari pemberlakuan bunga tinggi yang dapat memberatkan masyarakat.
“Tolong jangan terlalu tinggi bunganya. Banyak masyarakat kecil yang akhirnya terjebak karena beban bunga lebih besar dari pokok. Kita ingin hadir sebagai pelindung, bukan pemberat,” ujarnya.
Ia meminta Otoritas Jasa Keuangan beserta perbankan untuk memperketat pengawasan dan meningkatkan edukasi guna mencegah masyarakat terjerat pinjaman online ilegal.
Dalam kesempatan itu, dr. Reny kembali menegaskan bahwa literasi keuangan harus diperkuat sejak usia dini. Ia mendorong percepatan pembukaan rekening pelajar di jenjang SD, SMP, dan SMA dengan prosedur yang lebih sederhana.
“Menabung harus dibiasakan sejak dini. Jangan dipersulit administrasinya. Kita ingin anak-anak termotivasi untuk belajar mengatur keuangan,” katanya.
Ia mengapresiasi perbankan yang telah aktif membuka layanan tabungan pelajar, namun tetap meminta agar prosesnya tidak membebani siswa dari keluarga kurang mampu.
Mengakhiri sambutannya, ia menyampaikan penghargaan kepada seluruh pihak yang berkontribusi dalam percepatan akses keuangan di Provinsi Sulawesi Tengah.
“Setiap langkah yang kita lakukan adalah fondasi untuk memperkuat ekonomi daerah. Mari kita bangun ekosistem keuangan yang sehat, inklusif, dan memberikan rasa aman bagi masyarakat,” tutupnya.
Ia berharap kolaborasi lintas sektor terus diperkuat untuk mencapai target inklusi keuangan berkelanjutan pada 2026.
Kegiatan yang mengusung tema “Memperkuat Sinergi Mewujudkan Inklusi Keuangan Berkelanjutan 2026” ini dihadiri Asisten Perekonomian dan Pembangunan sekaligus Plt. Kepala BPKAD, Rudi Dewanto, jajaran lembaga jasa keuangan perbankan dan non-bank, serta seluruh anggota TPAKD Sulteng.* FRE














