Palu (deadlinews.com) – Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, menerima audiensi tokoh masyarakat Desa Sidole, Kecamatan Ampibabo, Kabupaten Parigi Moutong, di ruang kerjanya, Kamis (6/11).
Pertemuan tersebut membahas rencana pendirian Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri Sidole, yang telah berjalan selama satu tahun dalam bentuk kelas jauh.
Rombongan dipimpin oleh Amanu Tahir, Kepala Desa Sidole Barat sekaligus Ketua Panitia Pembangunan SMK Sidole, didampingi Sekcam Ampibabo Lanung K. Lasampe, anggota DPRD Parigi Moutong Salimun, serta sejumlah kepala desa dan perwakilan pemuda Sidole Raya.
Dalam kesempatan itu, Amanu menyampaikan kesiapan masyarakat untuk mendukung penuh pembangunan sekolah dengan menyediakan lahan seluas satu hektare yang akan dihibahkan kepada pemerintah.
“Kami sudah rapat empat kali membahas lahan. Lahan ini milik desa dan siap kami hibahkan. Untuk bangunan sementara, kami swadaya dulu, setiap desa menanggung satu kubik kayu,” ujarnya.
Menurut Amanu, pendirian SMK Negeri Sidole berangkat dari potensi lokal wilayah Sidole Bersaudara yang mayoritas penduduknya bekerja di sektor pertanian dan peternakan.
“SMK ini kami rancang sebagai sekolah vokasi berbasis pertanian dan peternakan. Saat ini sudah ada 21 siswa belajar di kelas jauh yang menumpang di SD setempat. Kami berharap tahun depan sudah bisa berdiri sendiri dengan izin operasional yang resmi,” jelasnya.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sulawesi Tengah, Yudiawati V. Windarrusliana, menjelaskan bahwa syarat utama pendirian SMK Negeri meliputi lahan minimal satu hektare yang telah dihibahkan kepada Pemerintah Provinsi dan disertifikasi atas nama Pemprov Sulteng, serta keberadaan bangunan sekolah, meskipun sederhana.
Selain itu, juga diperlukan tenaga pendidik adaptif dan produktif sesuai bidang kejuruan yang akan dikembangkan.
“Jika semua persyaratan dasar terpenuhi, tim dari provinsi akan segera melakukan verifikasi lapangan. Proses perizinan sebenarnya tidak lama, yang membutuhkan waktu biasanya penyediaan sarana dan prasarana,” paparnya.
Menanggapi hal tersebut, Gubernur Anwar Hafid memberikan apresiasi atas semangat dan inisiatif masyarakat Sidole dalam memperjuangkan pendidikan di daerahnya. Ia menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi untuk mendukung penuh percepatan pendirian SMK Negeri Sidole.
“Salah satu arah pembangunan kita di bidang pendidikan adalah bagaimana sekolah semakin dekat dengan masyarakat. Saya sangat menghargai semangat gotong royong masyarakat Sidole. Kalau semua persyaratan terpenuhi, kami akan mempercepat proses perizinan dan pembangunan sarana prasarana,” kata Anwar.
Ia juga menekankan pentingnya memperluas akses pendidikan menengah di wilayah pedesaan guna menekan angka putus sekolah.
“Banyak anak-anak di daerah terpencil yang tidak bisa melanjutkan sekolah karena jarak dan biaya. Dengan adanya SMK di Sidole, kita ingin membuka peluang baru agar generasi muda memiliki keterampilan dan masa depan yang lebih baik,” tambahnya.
Audiensi diakhiri dengan penegasan komitmen bersama antara Pemerintah Provinsi, Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong, dan masyarakat Sidole untuk mempercepat proses administrasi serta persiapan teknis pembangunan SMK Negeri Sidole.
Anwar juga berpesan agar semangat dan partisipasi aktif masyarakat ini terus dipertahankan sebagai contoh nyata dalam membangun pendidikan di Sulawesi Tengah.* FRE














