Tolitoli (deadlinews.com) – Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, tampil sebagai narasumber dalam dialog interaktif bertema “Dampak Nyata Program 9 BERANI bagi Masyarakat Sulawesi Tengah” yang digelar di Studio 1 RRI Tolitoli, Jumat (3/10). Acara tersebut dipandu oleh host Ahmad Mukaddas.
Dalam kegiatan itu, Gubernur Anwar Hafid turut didampingi oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Tolitoli, Moh. Asrul Bantilan, yang hadir mewakili Bupati Tolitoli.
Dalam sesi dialog, Gubernur Anwar Hafid menegaskan bahwa Program 9 BERANI merupakan hasil penyerapan aspirasi masyarakat Sulawesi Tengah.
Ia menjelaskan, gagasan tersebut berangkat dari pengalamannya selama menjabat sebagai Bupati Morowali hingga anggota DPR RI, di mana ia sering mendengar langsung keluhan warga terkait persoalan pendidikan, kesehatan, pertanian, perkebunan, perikanan, dan infrastruktur.
“Keluhan itulah yang kemudian kami jadikan dasar untuk melahirkan kebijakan Program 9 BERANI, agar benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat,” ujarnya.
Salah satu program yang telah berjalan efektif adalah BERANI Sehat, yang memberikan layanan kesehatan gratis kepada masyarakat.
Hingga kini, lebih dari 102.000 warga Sulawesi Tengah telah memanfaatkan program tersebut cukup dengan menunjukkan KTP daerah di fasilitas kesehatan maupun rumah sakit tanpa dikenakan biaya.
Meski menghadapi kebijakan efisiensi anggaran, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah tetap berkomitmen menjaga keberlanjutan program tersebut.
Anwar Hafid menjelaskan, Pemprov berhasil melakukan efisiensi sekitar Rp300 miliar melalui pemangkasan kegiatan yang dinilai tidak mendesak. Dana hasil efisiensi itu kemudian dialihkan untuk memperkuat sektor pendidikan dan kesehatan.
Di bidang pendidikan, BERANI Cerdas menjadi salah satu program prioritas. Program ini menargetkan minimal satu anggota dari setiap rumah tangga dapat menempuh pendidikan tinggi.
Saat ini, sebanyak 15.000 mahasiswa telah terverifikasi dan menerima pencairan beasiswa.
“Saya yakin, dalam 10 hingga 20 tahun ke depan, sumber daya manusia Sulawesi Tengah akan semakin unggul dan mampu bersaing di tingkat nasional maupun global,” kata Gubernur Anwar Hafid optimistis.
Selain menjadi narasumber, kunjungan kerja Gubernur ke Tolitoli juga bertujuan menyelaraskan visi dan arah kebijakan antara pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten agar tidak terjadi tumpang tindih program.
Sinergi ini diharapkan mampu memastikan seluruh lapisan masyarakat dapat merasakan manfaat program secara langsung.
Sekretaris Daerah Kabupaten Tolitoli, Moh. Asrul Bantilan, menyampaikan apresiasinya atas kehadiran Gubernur, Wakil Gubernur, serta Ketua TP PKK Sulawesi Tengah.
Ia menilai kolaborasi antara pemerintah provinsi dan kabupaten menjadi kunci utama dalam menjaga kesinambungan pembangunan daerah.
“Kami berharap kesinambungan program bisa terus terjalin agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” pungkasnya.
Melalui Program 9 BERANI yang mencakup sektor-sektor strategis, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah berkomitmen menghadirkan kebijakan yang berpihak langsung kepada masyarakat serta memperkuat fondasi pembangunan jangka panjang di wilayah ini.*
Fredi














